Sejarah PESAKA MALAYSIA

Pada 6hb, Februari 1978, Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Malaysia (KKBS) telah mengadakan pertemuan antara empat organisasi silat yaitu Seni Gayung Fatani Malaysia, Silat Seni Gayung Malaysia, Seni Silat Lincah Malaysia dan Seni Silat Cekak Malaysia yang bertujuan untuk menyusun upaya ke arah mendirikan organisasi silat di Malaysia yang dinamakan Dewan Seni Silat Malaysia. Antara mereka yang hadir untuk tujuan tersebut adalah:


1.
YB. Datuk Saadon Noh
- Ketua
2.
Datuk Meor Abd. Rahman
- PSS Gayung Malaysia
3.
En. Mohd Razali
- PSS Gayung Malaysia
4.
Cik Umi Kalsom
- PSS Gayung Malaysia
5.
Tuan Hj. Omar Din
- PSS Lincah Malaysia
6.
Dr. HN, Lubis
- PSS Lincah Malaysia
7.
Tuan Hj. Ismail
- PSS Lincah Malaysia
8.
En. Diman Hassan
- PSS Lincah Malaysia
9.
Ustaz Hanafi Bin Hj. Ahmad
- PSS Cekak Malaysia
10.
En. Amruddin Bin Buang
- PSS Cekak Malaysia
11.
En. Anuar Abd. Wahab
- PSS Gayung Fatani Malaysia
12.
En. Suhaimi Khalis Ishak
- PSS Gayung Fatani Malaysia
13.
En. Mohd Ibrahim
- KKBS
14.
En. Supiat Mukri
- KKBS
15.
En. Zainal Abidin Abu Zarin
- Sekretaris


Dewan memutuskan menerima kebijakan untuk menentukan konsep dan struktur organisasi silat yang dapat menerima manfaat kepada silat, rakyat dan negara. Rapat menerima konsep menciptakan organisasi silat di tingkat negeri-negeri yang disediakan oleh Bagian Kebudayaan KKBSM. Dalam kertas kerja KKBSM bertajuk "SENI SILAT KE ARAH MENUBUHKAN MAJLIS SENI SILAT MALAYSIA DAN PERSATUAN SENI SILAT NEGERI" yang mewakili asosiasi silat tingkat negeri menyebutkan bahwa,

"Seni silat terkenal sebagai suatu gaya seni pertahankan diri orang-orang Melayu di wilayah ini, warisan moyang ratusan tahun sebelumnya dan menjadi satu kemegahan masyarakat Melayu khususnya di Malaysia."

Berdasarkan data pada tahun 1975 (KKBS), jenis dan kelompok silat dalam tiap-tiap negeri di Malaysia sekitar 464 kelompok silat yang mencakup 265 jenis dan diperkirakan lebih dari 100.000 orang anggota ada di ceruk wilayah negara ini. Sampai 1977 tidak ada satu perencanaan khusus bagi pergerakan kegiatan silat dalam di setiap negara tersebut, melainkan atas usaha asosiasi atau organisasi silat sendiri. Pendirian KKBS ketika itu mengakui semua jenis silat terlepas dari jenis dan sifatnya serta mendukung segala kegiatan asosiasi silat selagi memberi manfaat kepada masyarakat, tidak bertentangan dengan kebijakan dan hukum.

Kertas Kerja Pembentukan Dewan Seni Silat Malaysia

Untuk memudahkan administrasi dan manajemen silat satu definisi silat disarankan dalam tulisan itu yaitu setiap silat, gayung atau seni bela diri orang Melayu yang memiliki sifat-sifat fisik ke arah pembangunan otot yang terdiri dari gerak dan langkah yang memberi tujuan kecepatan, kekuatan keterampilan koordinasi gerak maksud mempertahankan diri baik dengan menggunakan musik atau tidak dalam latihan, bersenjata atau tidak, bercorak silat pulut, pukulan atau memiliki latihan jasmani secara body-contact atau tidak insentif dalam latihan.

Dari pendapat umum melalui percakapan dan ucapan-ucapan resmi para menteri dan pembesar Negara di dewan tentang silat menyatakan perlunya dibentuk satu badan yang bertanggung jawab mengenai urusan silat. Silat Melayu bisa mencapai taraf internasional jika ada usaha bersama dari asosiasi silat Melayu. Selama ini silat berhasil menawan golongan yang dianggap ampas masyarakat atau pemuda yang rusak jiwa atau liar yang sulit lentur meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tercela seperti gejala sosial. Silat dapat mendidik jiwa anak-anak muda. Dari jumlah keanggotaan silat pada saat itu sudah cukup kuat untuk mengembangkan semangat berdikari di bidang ekonomi yang kokoh. Silat harus bersikap bertanggungjawab memperkuat keamanan internal Negara dengan membatasi pengaruh negatif atau musuh yang selalu mencari peluang untuk memecahkan persatuan Negara, merendahkan bangsa, agama dan Negara.

Pembentukan Dewan Seni Silat Malaysia adalah bertujuan ke arah menentukan pelaksanaan kebijakan dan koordinasi silat melalui satu badan gabungan yang menjaga serta mengawal kepentingan silat. Selain menciptakan kondisi yang sehat di antara keragaman jenis dan sifat silat.

Pendirian PESAKA Malaysia

Hasrat mendirikan Dewan Seni Silat Malaysia telah dibebaskan dan ditukarkan kepada Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA Malaysia). Perubahan nama tersebut adalah efek pengaruh pembentukan Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (PERSILAT) pada 24hb. September 1979 yang mengakui Malaysia sebagai anggota pendiri PERSILAT di mana Malaysia, Singapura, dan Brunei merupakan Negara yang banyak terdapat aliran pencak silat yang memiliki asal usul dan badan induk di Indonesia.Namun Malaysia tetap dianggap sebagai Negara pewaris silat.

Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA Malaysia) telah didirikan pada 24hb. September 1983 dan disahkan pendaftarannya pada 21hb. Mei 1986. Tujuannya secara singkat adalah untuk mengembangkan, meningkatkan, mempersatukan dan mengeratkan hubungan semua badan silat, memperjuangkan, memelihara dan mempertahankan silat sebagai seni budaya Malaysia. Memimpin dan menanamkan semangat waja menuju masyarakat yang sehat, bersatu, bermuafakat dan berbudi luhur.Mewakili perguruan silat dengan pemerintah, badan-badan internasional yang bersangkutan dengan kepentingan silat. Tujuan adalah silat sebagai keagungan dan dasar ketahanan nasional yang kokoh dengan anggotanya yang bermartabat, bersatu, sehat dan disiplin.

Silat telah disatukan di bawah satu organisasi tingkat nasional dengan empat perguruan diakui sebagai badan pendiri yaitu Seni Gayung Fatani Malaysia, Silat Seni Gayung Malaysia, Seni Silat Cekak Malaysia dan Seni Silat Lincah Malaysia. Silat yang berada di tingkat negara menjadi anggota PESAKA Negeri. Untuk alasan di Malaysia ada banyak aliran perguruan jenis pencak silat yang memiliki badan induk di Indonesia, maka PESAKA Malaysia dengan resmi diakui sebagai menjadi anggota pendiri Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (PERSILAT) yang terdaftar pada didirikan 11hb. Maret 1980 di Jakarta Indonesia.


Sumber : pesakamalaysia

Post a Comment

0 Comments